Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

DL. 30 JUNI 2013, JUARA 1, RP 1.000.000


LOMBA MENULIS CERPEN DAN PUISI  
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1434 H sekaligus memperkenalkan Presidium Alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Asahan, Presidium Alumni IPM Asahan mengadakan lomba menulis cerpen dan puisi tingkat nasional. Lomba ini diadakan dengan tujuan untuk mengasah kreativitas Remaja dan Pemuda  dalam dunia tulis-menulis fiksi, sekaligus mengingatkan remaja Islam untuk bersiap menghadapi Ramadhan.
Syarat Pendaftaran
  • Peserta bebas
  • Tema cerpen dan puisi bebas tapi harus Islami
  • Belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun, baik sebagian maupun seluruhnya, baik di media cetak maupun media sosial.
  • Tidak sedang diikutkan dalam perlombaan serupa.
  • Cerpen ditulis dengan mengutamakan penggunaan EYD.
  • Karya asli penulis, bukan karya orang lain, bukan saduran, bukan jiplakan sebagian atau seluruhnya.
  •  Diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, font 12, pada kertas A4 dengan spasi 1,5 margin 3 cm untuk batas atas, bawah, kiri dan kanan.
  • Cerpen maksimal 5 halaman, dan puisi maksimal 2 halaman
  • Mencantumkan nama penulis dan biodata narasi maksimal seratus kata pada bagian akhir naskah.
  • Kirim karya melalui lampiran ke alamat email: 
presidiumipmasahan@yahoo.co.id
  • Judul/Subjek email tulis: CIPMAS_Judul cerpen_Nama Penulis. (untuk Cerpen), dan CIPMAS_Judul puisi_Nama Penulis (untuk puisi)
  • Atau diantar langsung ke
Citra, A.Md.
Komplek Perguruan Muhammadiyah Mutiara
Jl. Madong Lubis Kelurahan Selawan Kab. Asahan Provinsi Sumatera Utara 21223 (sertakan juga softcopy)
·         Naskah diterima oleh panitia selambatnya 30 Juni 2013 pukul 23.59
·        Pengumuman pemenang akan disampaikan di Facebook http://www.facebook.com/groups/589746961049751/ pada 8 Juli 2013
Hadiah
  • Total Hadiah Rp 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah)
  • Juara I uang tunai + 1 buku antologi hasil lomba + sertifikat.
  • Juara II uang tunai + 1 buku antologi hasil lomba + sertifikat.
  • Juara II uang tunai + 1 buku antologi hasil lomba + sertifikat.
  • Juara IV – XV, mendapat buku antologi.
Catatan:
  • Pemenang puisi berbeda dengan Pemenang cerpen,  tapi antologi akan diterbitkan secara nasional dalam satu buku.

Biaya Pendaftaran
  • Rp 15.000,-/Naskah
Melalui Transfer
Rekening Bank BRI Cab,Kisaran
No. Rekening :
0323-01-019165-50-2
An. M. SAUFI GINTING
Bukti Transfer di scan dan di kirim ke email:presidiumipmasahan@yahoo.co.id
Ketentuan Mengikat
Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat. Panitia tidak melayani surat-menyurat.Dewan juri berhak membatalkan keputusannya, jika di kemudian hari diketahui karya pemenang lomba melanggar karya cipta orang lain (plagiat). Hak cipta tetap ada pada penulis, sedangkan panitia memiliki hak untuk mempublikasikannya.
Dewan Juri
·        Muhammad Saufi Ginting, M. Hum., (Penggiat Sastra, Pendiri Rumah Baca Azka, Ketua Presidium Alumni IPM Asahan)
·        Rizky Susti Ningrum S.Si (Anggota FLP Bogor)
·        Halimah, S.Th.I (Mantan Jurnalis Serambi Indonesia, Aceh)
Nomor Kontak
HP. 0852-2828-5528 (Citra)
       0852-6101-1688 (Saufi)

Saturday, May 11, 2013

PELUH


-Muhammad Saufi Ginting-

Tak ada salahnya, bila peluh berucucuran menyisakan basah
Sebab di sana ada usaha yang tercipta
Menyusun rindu menghapus resah
Melalui remah-remah kebajikan yang sederhana
Menjanjikan syurga

Apa lantas ketika peluh mengalir kau anggap dusta?
Sekedar mengigatkan masih banyak hati yang menjunjung takwa
Jangan meghardik tak tentu rimba
Sebab cinta beragam wujudnya

Janganlah begitu!
Masih banyak usaha yang teriring doa
Tak mengeluh pada dunia
Sebab meyakini Tuhan masih dengan segala maha

Apakah peluh mesti meninggalkan luka-luka yang menganga?
Janganlah begitu!
Sebab iman tak seorang saja pemiliknya
Hanya tak hendak terendus media
Maka jangan samakan kadar ketakwaannya
Bukan pula sebagian itu sama dengan sebagian yang lainnya
Dan bukan pula yang dipelintir itu sama dengan yang lurus adanya
Marilah sedikit berbijak sangka
Sebab peluh-peluh itu tak mesti sama hasilnya

Rumah Azka-Kisaran, 6 September 2012

Friday, January 4, 2013

Sebelum Gelap

SEBELUM GELAP

Ada seutas rindu yang kuikat
Pada atap-atap yang kuharap jadi keramat
Kurangkai dengan kata puitis sebagai perekat
Dan tak akan kubiar termakan karat

Ada mimpi yang kucipta menjelang lelap
Semoga tak hilang sebelum gelap
Dan menjadi pelita pada harap
Dekat dan tak lenyap

Kisaran, 13 Mei 2012

Wednesday, January 2, 2013

Teknologi

TEKNOLOGI

Ada sebuah puisi yang tercipta
Pada kicau burung berlistrik di gedung tinggi
Sekedar mencatat ingat 
Hari, tanggal, bulan, dan tahun ini
Semuanya sudah berhamba teknologi
Bahkan di ujung lorong penantian ini
: semoga tak salah memaknai

Kisaran, 7 Juni 2012

Tuesday, December 18, 2012

MEMBASUH INDAH


MEMBASUH INDAH
Oleh: Muhammad Saufi Ginting

Ada sungai mengalir di hati
Meneduhkan jiwa-jiwa yang merindui
Sejenak membasuh resah pada lelah yang tak henti
Tak lekang lesap keindahan menelusuri
Agh..masih saja belum mampu segenap raga mensyukuri
Padahal engkau gagah dengan segala takdir yang menyusur di sudut-sudut hati

Pun meski tergoncang tak surut berpantang
Melewati ratusan, ribuan, dan jutaan halang
Tetap menjadi pedoman dalam menuntaskan kehidupan
Setidaknya, kuingin ragaku tertanam tak pindah dari tanahmu yang dalam
Menjagamu lewat rumah-rumah keabadian
Menjadi sajak padamu negeri yang berpedoman
Menjadi cerita panutan generasi penghujung zaman
Mencatatkan sejarah bahwa kita bukan bangsa sembarang

Mari membasuh indah bersama tangan tuhan
Meluapkan pertikaian dan kekacauan
Di sini kita jejakkan kaki tanpa beban dan penuh kearifan
Menjadikan sungai-sungai seperti kitab suci yang mencatatkan

Rumah Azka-Kisaran, 01 Agustus 2012

Monday, December 17, 2012

TAKDIR DI KATA NENEK


TAKDIR DI KATA NENEK

sudah begitulah takdirnya dahulu, kata nenekmu
jangan kau membantah dan berlalu
jangan kau tanya asal mula dia berada, hingga masih singgah di dada
karena di sana serpihan noda telah menjadi biasa dan indah tampaknya
tak ada ujung pangkalnya
tak ada hukum yang dapat mengikisnya
;hanya kita
menyikapi dengan takzim dan ilmu yang tak biasa
semoga kau tak lelah belajar membaca
pesan guruku
diantara senyum dan buku-buku baru

Kisaran, 6 Juni 2012

Saturday, April 14, 2012

PUISI SAUFI GINTING


KITA

Kita sudah melihat pagi dengan mentari
Mendengar kicau burung dengan gagah berani
Dan kita juga sudah menikmati air yang tak dapat dihabisi
Dengan cita dan cinta kita terus mendaki

Lantas sudahkah kita menjadi contoh diri?
Menuai langkah dengan senyum yang sempurna dari hati
Dan tak lelah karena semakin tinggi
Semua mesti kita lepaskan dengan hati
Tak mesti mengeluh dengan iri

Kita adalah ummat-Nya
Jangan menyombong dengan harta yang akan tertinggal ;di dunia

Kisaran, 15 Pebruari 2012

Sunday, April 8, 2012

PUISI


SEMANGAT

Mengangumkan
Tatkala pikiran melayang akan keindahan
Mengingatmu, merinduimu
Diwaktu-waktu aku harus menuntut ilmu
Diantara hatiku yang terbagi
Tetap padamu, pada kalian, merindui

Mengesankan
Tatkala waktu yang kukejar
Dengan sabar kau mengajar
Dengan bijak kau mendengar
Dengan panggilan yang tak bingar
Aku semakin merindui

Hidup harus menyelesaikan
Ada awal begitu juga akhir
Di balik semua ada Tuhan
Bersama do’a-do’amu yang mengalir
Menenangkan jiwa dengan keyakinan
Menciptakan kebaikan demi kebaikan

Terus berjuang, cinta!
Katamu dengan bijaksana.

PPs. Unimed-Medan, 22 Oktober 2011

Saturday, April 7, 2012

PUISI


JUTAAN BAIT KECEWA

Oleh: M. Syaufi Ginting


Satu, biasa
Dua, ala kadarnya
Tiga, masih sama
Empat, belum apa-apa
Lima, KKN merajalela
Enam, yang kaya tertawa-tawa
Tujuh, yang miskin mati rasa
Delapan, Poli-tikus sibuk dengan harta
Sembilan, harga-harga semakin naik saja
Sepuluh, semakin banyak orang gila
…
…
…
Sejuta, ah entahlah….

Inilah negeri
Penuh dengan korupsi, pornografi, pornoaksi
Fitnah yang tak terkendali

Akhirnya, setan bertanya-tanya
Siapakah garangan setan yang sebenarnya???

Sudah ah
Banyak bencana
Kitapun tak bahagia.

Kisaran, 20 Ramadhan 1429 H/20-09-08

Monday, April 2, 2012


Pernah dimuat di Asahan Pos Baru

SAJAK ANAK
Oleh: Muhammad Saufi Ginting

Anak…
Adalah aku pernah sepertinya
Berlari-lari kecil dan tertawa
Kelak aku akan menjadi yang terbaik buat agama
 dan keluarga kita, Yah!
Membawa setitik harap pada hatimu, mak!
Mengangkatku setinggi yang kau bisa, yah!

Anak…
Adalah ilmu yang terus kukecap
Diantara tetes keringat yang tumpah
Dalam tanggung jawabmu yang meresah, yah!
Pada nikmatnya aroma masakanmu, mak!
Pada bahagia hidup berumah tangga

Anak…
Sering ah yang tak meresah
Kehendak yang tak ingin terbantah
Dan agh…
Sampai hari ini masih menafikan
Betapa seribu do’a tak mampu mengganti keihklasan
Demi rindu pada satu tuju
Kadangpun merisau di hati yang tak menentu

Dan anak emak ayah
Berusaha memilih do’a yang sempurna
Semoga pada syurga…
Kisaran, 24 Nop 2008


SAJAK AYAH
Oleh: Muhammad Saufi Ginting

Beginilah mungkin rindu
Yang kalian titipkan padaku
Membawa pesan syurga beribu
Pada akhir yang ingin dituju
Berjuanglah, dengan keyakinan dan
tetap dengan Islammu mu, Nak.

Beginilah mungkin cemas
Ketika ayah merengkuh asa yang terperas
Pada puncaknya
Menugguku
Dan pada akhirnya
Aku menunggu padamu sekarang
Anakku…

Beginilah mungkin menitip rindu
Yang kau selip di relung-relung kalbuku
Kini aku mengajar rindu
Pada cucumu

Akulah ayah….
(Do’akan kami ya mak, yah..!)


Kisaran, 24 Nop 2008

PESAN SYURGA


PESAN SYURGA

Pesan syurga kami sampaikan
Mengantar kalian pada pintu-Nya
Hanya untaian do’a yang kami rindukan
Mengikhlas ilmu pada dunia
Dan pesan itu untuk kalian
Kami hanya orang tua

Rindu syurga yang kami titipkan
Menjemput berjuta asa tak tertahan
Pada mu wahai jundi  buya
Bersama senyum hangat disisa-sisa waktu kita

Hanya bahagia yang kami harapkan
Jika kita berpisah di jalan yang panjang
Do’akan bunda yang melahirkan

Hari ini kalian sudah dewasa
Ketika sajak ini kalian baca
Esok buya dan bunda tak setegar sekarang
Hanya mengingatkan syurga terbentang
Jangan terhalang
(Do’a-do’a kami hari ini adalah kemenangan, menang untuk esok pada syurga dan kita berkumpul kembali di sana. Wujudkan ya nak!)

Kisaran, 24 Nop 2008

Wednesday, March 28, 2012

GALAU


Hidup hanya sekali kawan, jangan kau sia-siakan. Cinta yang kau puja-puji berbeda dengan cinta yang akan kau rasakan tatkala kau telah memiliki belahan jiwa dan anak keturunanmu. Semua lebih. Lebih dari sekedar kata sayang, lebih dari sekedar say hello,  lebih dari apapun yang kau dambakan saat kau masih sendirian. Berhentilah. Berhentilah dari kegelisahannmu. Jangan bersedih, usia bertambah, maka ilmu dan iman harus berlebih. jangan statis. mari mengikis kacau.

Tuesday, March 13, 2012

PUISI


Sebab tertarik pada status seorang rekan di jejaring sosial, inilah jadinya…semoga bermanfaat…dan selamat membaca…


DIALOG MEMBUNUH SENJA
Oleh: Setia Wati dan Muhammad Saufi Ginting

Apa menurutmu, kubunuh saja senja sebelum habis waktunya?

Biarkan!
Biarkan ia mengusap peluh
Pada Allah, dengan sujud-sujud mendesah

Apa kau yakin ia takkan mengulang kisah yang sama?

Biarkan!
Biarkan ia mengusik detik dengan detak
Membaur pada sayap-sayap asa
Pada ribuan tahun yang terarak
Pada dunia yang tak lagi bersahaja
Yakinlah, dunia tak seujung senja
Yang ingin kau bunuh dengan usikmu saja
Biarkan ia mengalir pada sampai waktunya
Berdoalah..
Maka, pantaskah kau bunuh senja dengan gelisahmu?

Ku tak ingin ia pergi
Pun, tak ingin ia di sini
Bila lara... mengendapkan tanya pada cawan-cawan gelisah
Aku lelah... kendati ku dapat bersandar pada teduhnya daun-daun doa...

Apakah waktu sudah berubah?
tidak
Masih mengulir diantara detik, menit, dan jam
Apakah cinta sudah berubah?
tidak
Masih dasar penguat bingkai kata sakinah, mawaddah, dan rahmah
Apakah Tuhan sudah berubah?
Tidak
Masih pada waktu Dia berjanji
Dan mahacinta sifat dasarNya

Apakah aku sang buta? hingga harus kau cecar aku dengan sabda-sabda layaknya Isa menggenggam mukjizatnya?
Apakah aku sang hina? hingga harus kumengemis pada makhluk-makhluk penghuni rawa dosa?
Katakan padaku, dimana aku harus menggungat janjiNya?

Apapun itu, 
Hidup harus tetap berjalan
Selama nyawa masih di badan
Jangan melengah pada kenangan
Pada ketakpastian yang harusnya dibuang
Jangan merenggang dalam bimbang
Majulah!
Allah bersama dalam detik tak terbilang…

Dan titik bening itu luruh... mengalir bersama keangkuhan yang perlahan runtuh. Apa aku harus menanti?
Atau meminta senja pergi? jiwaku tlah jadi bangkai. mati... tak lagi merasai elegi pagi...

Ini cinta!
Genggam, Sembunyikan.
Ini waktu!
Pasti kan kau temukan jawaban


Medan-Kisaran, 13 Maret 2012
Satu tempat tak terbilang..

Wednesday, February 29, 2012

PUISI

UKHUWAH

Aku kenal kamu dalam sebuah kisah unik yang tak terelakkan
Menjadi benar dan kebenaran dalam setiap langkah yang panjang
Menyusur waktu dengan derai tawa, sedih, dan peluh yang bercucuran
Kala itu, aku pun masih memakai celana pendek berwarna biru kelam

Banyak waktu yang membuat kita saling tersenyum dan tertawa
Ketika kita berkumpul hari ini mengingat akan masa-masa sebelumnya
Aku kini yang menulis kata-kata ini
Tersenyum bahagia dalam waktu yang tak mampu aku menjabarkannya
Maka kitapun mulai menyusur waktu dengan bijak atau terhentak
Kita berpijar atau terkapar
Tapi kita berusaha untuk tetap dalam ikatan ukhuwah
Tak mengenal lelah

Hampir setiap kita sudah berkeluaga
Punya istri, suami, dan anak-anak yang membuat bangga
Tapi kita masih seperti biasa
Tetap dalam kebersamaan walau kita tak bersama
Itulah kita

Semoga tetap pada ikatan ukhuwah yang bersahaja
Hingga anak cucu kita…

Kisaran, 4 Juli 2011

            Kenangan di SMP Negeri 3 Kisaran 2001